Aap Mujhe Achche Lagne Lage Bahasa Indonesia -

Hari berganti minggu. Tanpa sengaja, mereka sering bertemu di kafe yang sama. Reza yang biasanya pendiam akhirnya memberanikan diri menyapa.

Di meja sebelah, duduk seorang perempuan bernama Sari. Dia baru pindah dari Jakarta dan sedang membaca buku puisi lama. Sesekali, dia melirik ke arah Reza yang tampak serius dengan pekerjaannya.

Sari terdiam. Bukan karena terkejut, tapi karena dia juga merasakan hal yang sama sejak beberapa minggu terakhir.

Awal yang Tak Terduga (An Unexpected Beginning) aap mujhe achche lagne lage bahasa indonesia

“Aku antar kamu pulang,” kata Reza sambil membuka payung besar miliknya.

Dalam perjalanan, hujan semakin deras. Mereka berdua berbagi payung kecil yang hampir tidak cukup untuk satu orang. Tanpa sadar, bahu mereka bersentuhan. Suasana terasa hangat meskipun udara dingin.

Sari tersenyum kecil. “Iya. Ini buku favoritku. Kamu suka puisi?” Hari berganti minggu

Mereka berdua tersenyum. Hujan masih turun, tapi di hati mereka, semuanya terasa cerah. Kadang, rasa suka tumbuh bukan dari hal besar, tapi dari kebersamaan sederhana—dari tawa kecil, dari payung yang dibagi, dari pertanyaan ringan yang diucapkan dengan tulus.

Reza menggeleng pelan, lalu tertawa. “Jujur, aku lebih suka gambar. Tapi sejak melihat kamu membaca dengan ekspresi serius itu… aku jadi penasaran.”

“Aku juga, Reza,” jawabnya pelan. “Mungkin sejak kamu pertama kali bertanya soal buku puisiku.” Di meja sebelah, duduk seorang perempuan bernama Sari

Sampai di depan rumah Sari, Reza menatap matanya.

“Sari… aku tahu ini terdengar aneh. Tapi… aku mulai suka sama kamu. Aap mujhe achche lagne lage.”

“Kamu suka buku puisi juga?” tanya Reza suatu sore.

Suatu malam, hujan turun deras. Sari berlindung di teras kafe sambil memegang payung kecilnya yang rusak. Reza menghampiri.