Jakarta – Awalnya hanya secangkir kopi dan keluh kesah tentang suami yang sibuk. Namun, seiring waktu, batas antara "teman curhat" dan "pelarian" semakin kabur. Fenomena perselingkuhan yang melibatkan wanita dewasa atau yang kerap disebut binor (bini tua/bibi tua) dengan pria jauh lebih muda kini marak terjadi. Motifnya tidak selalu materi; seringkali, akar masalahnya adalah kesepian .
"Awalnya saya hanya butuh teman ngobrol," ujar "Linda" (42 tahun), seorang ibu dua anak yang mengaku terlibat hubungan dengan pria berusia 24 tahun. "Suami pulang larut malam, kalau ngomong pun hanya soal tagihan. Lalu saya kenal 'D' di media sosial. Dia pendengar yang baik. Dari curhat tentang pekerjaan rumah tangga, perlahan berubah menjadi curhat tentang kebutuhan batin." Binor Kesepian Awalnya Temen Curhat Berujung Free Sex
Psikolog klinis, Dr. Anjani Wijaya, M.Psi, menjelaskan bahwa "kesepian dalam pernikahan seringkali lebih berbahaya daripada konflik terbuka. Solusinya bukan mencari pelarian, melainkan melakukan marital healing atau konseling. Jika kebutuhan curhat sangat mendesak, carilah teman sebaya atau profesional, bukan pasangan potensial." Fenomena "binor kesepian" adalah alarm bagi pasangan suami-istri. Ketiadaan komunikasi substantif dan pengabaian emosional dapat menciptakan 'celah' yang diisi oleh orang lain. Sebuah pesan singkat "pulang cepat, aku rindu" atau sekadar waktu berkualitas tanpa gawai di malam hari, lebih efektif mencegah kehancuran rumah tangga daripada ribuan kata gombal dari teman curhat yang berakhir di ranjang. Jakarta – Awalnya hanya secangkir kopi dan keluh